Sejarah mencatat berbagai peristiwa menakjubkan sebelum datangnya risalah Islam, salah satunya adalah kisah tentang Rabiah bin Nashr, seorang raja yang berkuasa di Yaman pada masa lampau. Kisah ini menjadi bukti bagaimana kabar tentang akan diutusnya Nabi penutup zaman telah diketahui secara luas, bahkan di kalangan mereka yang mengandalkan ilmu ramalan.
Mimpi Buruk yang Menggetarkan Hati Raja
Kisah bermula ketika Raja Rabiah bin Nashr mengalami sebuah mimpi yang sangat mengerikan. Begitu menakutkannya mimpi tersebut, sang raja hingga gemetar dan dipenuhi rasa gelisah. Ia kemudian mengumpulkan seluruh ahli takwil mimpi, dukun, penyihir, dan ahli nujum di negerinya untuk menafsirkan mimpi tersebut.
Namun, sang raja memberikan sebuah ujian yang sangat berat. Ia menolak menceritakan isi mimpinya. Ia menegaskan bahwa siapapun yang benar-benar ahli, pasti bisa menebak apa mimpinya terlebih dahulu sebelum menafsirkannya. Jika mereka tidak bisa menebak mimpinya, maka sang raja tidak akan percaya pada takwil yang mereka berikan.
Menghadapi tantangan ini, para ahli nujum menyerah dan mengatakan bahwa hanya ada dua orang di muka bumi yang mampu melakukan hal tersebut: Satiih dan Syiq. Keduanya adalah peramal tersohor di Jazirah Arab pada masa itu.
Tebakan Satiih dan Syiq yang Sempurna
Raja kemudian memanggil keduanya secara bergantian untuk menguji apakah jawaban mereka sama. Satiih datang lebih dulu dan berhasil menebak mimpi sang raja dengan sangat presisi. Satiih berkata bahwa raja melihat sebuah bara api yang keluar dari kegelapan (atau dataran rendah), jatuh di tanah yang gembur, dan memakan setiap makhluk yang memiliki tengkorak (manusia).
Ketika Syiq dipanggil kemudianβtanpa mengetahui apa yang telah diucapkan Satiihβia pun memberikan tebakan yang serupa. Syiq menyebutkan bahwa raja melihat api yang keluar dari dataran rendah, jatuh di tanah yang keras, dan memakan semua yang bernyawa.
Runtutan Takwil: Dari Penjajahan hingga Datangnya Hari Kiamat
Setelah berhasil menebak mimpi sang raja, keduanya memberikan takwil yang sama mengenai masa depan negeri Yaman dan dunia. Berikut adalah urutan ramalan yang mereka sampaikan:
Penjajahan oleh Bangsa Habasyah: Bara api tersebut melambangkan bangsa Habasyah (Sudan/Etiopia) yang akan datang menyerang dan menguasai negeri Yaman.
Pembebasan oleh Bangsa Yaman: Kekuasaan Habasyah tidak akan bertahan selamanya. Setelah sekitar 60 hingga 70 tahun, kekuasaan mereka akan dihancurkan oleh seorang tokoh bernama Iram bin Dzi Yazan (atau Saif bin Dzi Yazan) yang datang dari wilayah Aden.
Kekuasaan yang Terputus oleh Sang Nabi Suci: Kerajaan Iram bin Dzi Yazan juga pada akhirnya akan terputus. Siapa yang akan memutusnya? Satiih dan Syiq menjawab bahwa kekuasaan itu akan digantikan oleh seorang Nabi yang suci, yang menerima wahyu dari Yang Maha Tinggi.
Keturunan Ghalib bin Fihr: Ketika ditanya dari mana asal Nabi tersebut, para peramal menjawab bahwa ia berasal dari keturunan Ghalib bin Fihr (salah satu leluhur bangsa Quraisy dan Nabi Muhammad SAW).
Kekuasaan Abadi hingga Hari Pembalasan: Berbeda dengan kerajaan-kerajaan sebelumnya yang runtuh, ajaran dan "kekuasaan" Nabi suci ini akan terus abadi hingga datangnya Yaumul Fashl (Hari Pembalasan atau Hari Kiamat).
Hikmah dari Kisah Sang Raja
Mendengar takwil yang konsisten dari dua peramal terbaiknya, Raja Rabiah bin Nashr meyakini kebenaran berita tersebut. Untuk menyelamatkan keluarga dan keturunannya dari penjajahan bangsa Habasyah yang diramalkan, sang raja segera memindahkan keluarganya ke wilayah Al-Hirah di Irak, dan bahkan menyurati Raja Persia untuk memberikan perlindungan kepada mereka.
Kisah ini memberikan sebuah kesimpulan sejarah yang kuat. Jauh sebelum Nabi Muhammad SAW lahir dan menerima wahyu, tanda-tanda kenabiannya dan kebenaran risalahnya telah tersebar luas. Tidak hanya di kalangan ahli kitab (Yahudi dan Nasrani), tetapi bangsa musyrikin, para penyihir, hingga jin yang kerap mencuri dengar berita dari langit pada masa itu pun mengetahui bahwa seorang utusan terakhir yang membawa kebenaran abadi akan segera tiba.
pembicara
Al-Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed hafizhahullah (Pengasuh Ponpes Dhiya'us Sunnah Cirebon & Penasehat Majalah "Asy-Syari'ah")
π Selasa, 22 Al Muharram 1443 H / 31 Agustus 2021 M
π°οΈ Waktu : π Ba'da Maghrib s.d Isya
π Masjid As Syafi'i Bayasut
ποΈ Penyelenggara: - DKM Masjid Asy Syafi'i Bayasut, Jl. Pekarungan kota Cirebon
Didukung Oleh:
- RII (Radio Islam Indonesia)
- Radio Indah Siar Cirebon
π WhatsApp Salafy Cirebon
π₯ Website Salafy Cirebon : www.salafycirebon.com