Nasehat
📜 SIKAP ULAMA TERHADAP FADHILATUSY SYAIKH RABI' BIN HADI 'UMAIR AL-MADKHALI RAHIMAHULLAH TERKAIT JARH WA TA'DIL DAN MANHAJ YANG BELIAU TEMPUH
📜 SIKAP ULAMA TERHADAP FADHILATUSY SYAIKH RABI' BIN HADI 'UMAIR AL-MADKHALI RAHIMAHULLAH TERKAIT JARH WA TA'DIL DAN MANHAJ YANG BELIAU TEMPUH
🎙 Fadhilatusy-Syaikh Al-'Allamah Muqbil bin Hadi al-Wadi'i rahimahullahu ta'ala pernah ditanya
PERTANYAAN:
Apakah Anda setuju dengan Syaikh Rabi' dalam tulisan-tulisan kritiknya mengenai Jarh wa Ta'dil (kritik dan kelayakan perawi) serta manhaj yang beliau jalani, ataukah Anda menyelisihinya? Dan apakah Anda mengetahui apakah Syaikh Ibnu Baz, Syekh Ibnu Utsaimin, dan Syaikh al-Albani setuju dengan beliau atau tidak?
JAWABAN:
Ahlussunnah memiliki satu sumber mata air yang sama tempat mereka minum, yaitu: Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa 'ala alihi wa sallam. Maka akidah mereka satu, dan arah perjuangan mereka pun satu di seluruh negeri Islam.
Ya, kami sepakat dalam men-jarh (memberi kritik tajam) terhadap para ahli bid'ah dan orang-orang fanatik golongan (hizbiyyin), kami sepakat dalam hal ini. Namun, tetap ada orang-orang yang menurut seseorang termasuk yang dikritik (majruhin), sementara menurut yang lain tidak. Hal seperti ini telah terjadi sejak zaman Salaf.
Bisa jadi seorang perawi dikatakan "tsiqah" (terpercaya) oleh Ahmad bin Hanbal, namun dikatakan "pendusta" oleh Yahya bin Ma'in, atau sebaliknya. Demikian pula yang terjadi antara al-Bukhari, Abu Zur'ah, dan Abu Hatim.
Dan yang terpenting; mereka tidak saling bertaqlid (ikut-ikutan tanpa dalil) satu sama lain. Jika kita berbeda pendapat dalam menilai seseorang itu terpercaya (tautsiq) atau cacat (tajrih), maka ini bukan berarti kita berbeda dalam akidah, bukan pula berarti kita berbeda arah perjuangan.
Adapun pertanyaan apakah Syaikh Ibnu Baz dan Syaikh al-Albani setuju atau tidak setuju dengan beliau (Syaikh Rabi')? Masalahnya adalah saya pribadi belum banyak membaca buku-buku Syekh Rabi' ini satu hal. Hal lainnya adalah sebagaimana yang telah kami katakan: bahwa sesungguhnya Ahlussunnah itu tidak saling bertaqlid satu sama lain.
SEANDAINYA MEREKA (PARA ULAMA TERSEBUT) MENGKRITIK BELIAU DAN MELIHAT BELIAU TELAH KELUAR DARI KEBENARAN, NISCAYA MEREKA AKAN MENGELUARKAN TULISAN UNTUK MEMBANTAH APA YANG BELIAU KATAKAN, DAN MENERBITKAN BUKU-BUKU UNTUK MENOLAK PENDAPATNYA.
Wallahul musta'an. Bagaimanapun juga; kita semua bisa benar dan bisa salah, bisa tidak tahu dan bisa tahu. Wallahul musta'an, ya.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📲 TELEGRAM ||
https://t.me/sketsamoeslim/
📲 SALURAN WHATSAPP ||
https://bit.ly/SALURANWHATSAPPSKETSAMOESLIM
🌎 WEBSITE ||
https://sketsamoeslim.wordpress.com/
📚 SUMBER ||
https://youtu.be/YyzN0aTKgRE?si=VMtQpkflPrlmWf9e
👁 61